Selasa, 23 April 2013

‘HANYA MEREKA’ YANG TIDAK BISA IKUT JKT48 FIRST SINGLE: RIVER




22 April 2013, member-member ini diangkat menjadi Senbatsu dan mendapatka kesempatan untuk berpartisipasi dalam single RIVER:
Akicha Ayana Beby Delima Kinal Gaby Haruka Jeje Ve Melody Nabilah Rena Dhike Rica Shania Stella.

Daripada membahas kenapa member-member diatas bisa masuk; penjelasan singkat lebih dibutuhkan daripada sebuah analisa panjang:
•    Akicha dan Haruka adalah member AKB yang ditransfer ke JKT. Tidak sopan kalau mereka tidak berpartisipasi dalam single atau album.
•    Melody, Shania, dan Nabilah bisa dibilang center JKT48. Nama mereka bertiga lebih terkenal dibandingkan nama-nama member yang lain dan mereka lebih dikenal masyarakat umum.
•    Kinal adalah kapten dari Team J.
•    Ayana, Beby, Ve, Rena, Dhike dan Stella adalah member-member yang bisa dibilang kesayanan pihak official dan sudah membuktikan kalau usaha mereka sesuai dengan harapan yang diberikan.
•    Jeje, Delima, Gaby dan Rica adalah member yang membuktikan kerja keras mengalahkan hal-hal umum.

Lalu kenapa Cindy, Diasta, Frieska, Ghaida, Sendy, Sonia dan Sonya tidak bisa ikut? Ada alasan sendiri dan ini adalah ANALISA dari apa yang terjadi pada setiap member:

Diasta vakum hampir 6 bulan sejak Senshuraku (good bye stage) Pajama Drive October 2012 dan baru berpartisipasi di theater April pertengahan 2013. Pihak official tidak memberikan keterangan apa-apa tentang vakum-nya Diasta dan banyak fans yang berspekulasi sejak dia ‘resmi’ menghilang dari jadwal. Hanya perpartisipasi dalam event ‘NHK Kōhaku Uta Gassen 2012’ dan ‘Konser JKT48 Warnai Harimu’, tidak tampil di theater, tidak berpartisipasi di iklan; nama Diasta berada di urutan terbawah Team J dalam hal popularitas. Belum lagi karena vakum yang lama, Diasta harus memulai semuanya dari awal lagi. Latihan dance, vocal, koreo dan blocking dari awal tidak memungkinkan baginya untuk berpartisipasi dalam pembuatan single yang baru karena Diasta harus memfokuskan semua perhatiannya pada partisipasi di theater JKT48. Itulah sebabnya bagi pihak JOT, Diasta adalah ‘Not a choice to begin with’.

Ghaida juga merasakan vakum dalam waktu yang cukup lama pada tahun 2013. Apakah keputusan vakum dari dia pribadi atau bukan, itu memang membuat performanya menurun, tapi berita baiknya dengan waktu vakum itu, Ghaida mempunyai waktu lebih untuk memulihkan kesehatannya yang menurun. Sehingga saat balik theater, Ghaida bisa mengejar ketinggalan pengalaman perform theater dengan kesehatan yang lebih baik. Yang menjadi permasalahan adalah Ghaida memutuskan untuk berhenti di akhir tahun 2012 dan membatalkan keputusan itu pada awal tahun 2013.
Ghaida menghancurkan sendiri hubungan dengan pihak JOT. Jadi wajar saja kalau pihak JOT tidak memasukan nama Ghaida ke dalam project-project mereka; baik itu acara on-air, off-air, event besar atau hal-hal lainnya yang butuh perencanaan matang. Kalau berpikir dari posisi JOT pun, mereka harus mengambil langkah aman kalau Ghaida lagi-lagi mengambil keputusan sepihak dan bisa merugikan pihak JOT dan investor. Sehingga saat ini yang terbaik adalah mengesampingkan nama Ghaida dan mengevaluasi bagaimana sikap dan kerja-samanya sebelum namanya bisa dimasukan kembali ke dalam project-project selanjutnya. Dan juga saat ini Ghaida harus membangun hubungan yang hancur dengan pihak JOT dari awal. Itulah sebabnya bagi JOT, Ghaida berada di posisi ‘Under further surveillance and evaluation’.

Sonya juga vakum tapi dalam waktu yang sebentar, tapi tidak selama Diasta atau Ghaida. Walau pun begitu, Sonya jarang berpartisipasi dalam theater karena kebetulan dia mendapatkan blocking yang sama dengan Haruka dan saat itu dia belum mendapatkan blocking baru. Saya pribadi tidak tahu menahu ada apa antara Sonya dengan JOT tapi kalau dari hasil pengamatan dan analisa; kemungkinan saat ini hubungan Sonya dengan pihak JOT belum terlalu baik. Dulu hubungan Sonya dengan JOT baik, sampai pada satu waktu hubungan kedua belah pihak retak. Akhir tahun 2011 sampai awal tahun 2012, Sonya selalu dibawa ke Jepang untuk acara-acara besar AKB48 tapi itu berhenti ketika member berpartisipasi di konser Saitama Super Arena. Semenjak itu Sonya tidak pernah lagi dibawa ke Jepang untuk joint concert apapun.
Satu-satunya analisa yang terlintas adalah Sonya akan menjadi terlalu kuat kalau terlalu mendapatkan perhatian dari JOT. Lepas kendali akan artis yang dipegang adalah ketakutan utama dari pihak agency dan mungkin bagi JOT, Sonya adalah salah satu yang paling cepat lepas control kalau mereka tidak berhati-hati dengannya. Tapi kalau melihat bagaimana hubungan JOT dengan Sonya saat ini; hubungannya mungkin sudah lebih baik. Belakangan ini Sonya banyak diajak pihak JOT untuk acara-acara penting seperti radio show, juru bicara kalau ada interview, dan pergi ke luar kota. Kalau Sonya belum bisa berpartisipasi dalam single RIVER, ini berarti Sonya berada di posisi ‘In process of decisive answer’.

Kemungkinan Frieska dan Sonia untuk berpartisipasi dalam single akan sangat kecil selama keduanya berada di dalam tim yang sama dengan kedua kakak mereka. Terimalah, itu fakta paling menyakitkan dari sebuah kenyataan berada di tim yang sama. Sungguh sebuah kebetulan sekali karena Melody dan Stella mendapatkan lebih banyak kasih sayang dari pihak official dibandingkan kedua adik mereka. Kebetulan juga dalam segi perkembangan Sonia dan Frieska bertolak belakang. Jika Sonia sudah mengungguli sang cici dalam semua bidang, Frieska memang masih di bawah sang kakak walau sedikit jarak sudah terkejar.

Dari sini sudah menjadi sebuah bukti bahwa perkembangan Sonia pun tidak akan dilihat oleh pihak official. Kerja keras Sonia di MC, dance, bernyanyi, blocking, penguasaan lagu dan tekad; semuanya tidak berlaku di mata JOT. Beberapa teman bilang Sonia sangat ingin tampil theater kalau ada kesempatan dan dia selalu memanfaatkan itu. Tapi sekali lagi untuk hal seperti ini, Sonia belum tentu akan mendapatkan hal yang ingin dia minta. Kenapa? Karena pihak official lebih banyak menginvestasikan uang mereka untuk Stella. Stella lebih banyak dikenal oleh public dan investor; sebaliknya Sonia yang berkembang belum tentu dikenal oleh masyarakat umum dan para investor. Sedikit yang mau mengakui kerja keras Sonia dan sebagai pemegang keputusan bisnis JOT melihat Sonia bukanlah pilihan yang aman. Itulah sebabnya JOT lebih baik melanjutkan untuk menggunakan Stella sebagai ujung tombak promosi dibandingkan Sonia.

Nama Frieska sendiri memang tidak terlalu dikenal, berbeda dengan image Melody yang dibangun dengan susah payah oleh pihak JOT. Berbagai macam promosi dan relasi dibangun dengan usaha keras Melody dan Frieska tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Entah karena sikap Frieska yang memang santai atau tidak, Frieska tidak terlihat seperti tipe yang meminta untuk bisa hadir dalam acara-acara tertentu atau ingin tampil theater atas dasar keinginan sendiri. Sehingga pihak JOT pun tidak akan memberikan kesempatan pada dirinya karena Frieska tidak menunjukan keinginan lebih. Sehingga sebagai pemegang keputusan, JOT merasa lebih baik mereka mengalokasikan dana dan waktu pada Melody daripada mengembangkan Frieska. Hasil yang didapat dari investasi pada Melody pasti lebih baik dan lebih memuaskan daripada menaruh semua pada Frieska.
Mendapatkan perlakuan khusus; Frieska dan Sonia adalah ‘special case to be overlook because of their respective sister’.

Cindy dan Sendy bukan tidak berkembang; keduanya juga berkembang dibandingkan dengan set list Pajama Drive. Mereka banyak berpartisipasi dalam event off-air dan on-air. Keduanya punya daya tarik masing-masing yang tidak kalah hebat dibandingkan member-member yang lain. Keduanya menjadi ‘master’ di unit song masing-masing dan group song tapi di saat berada di posisi tertinggi keduanya menjadi ‘I am at the top of my skill’ tanpa mereka sadari.

Banyak yang bilang vocal keduanya tidak cocok. Secara vocal, sebenarnya sih bisa cocok karena seorang audio-mixer bisa saja menyesuaikan lagu untuk bisa cocok dengan member-member dengan range vocal berbeda-beda. Percayalah Sendy punya range vocal jauh lebih luas dibandingkan member lain sehingga dia bisa membaur dengan cepat. Cindy pun punya suara asli tidak setinggi yang ada di atas stage, sehingga bernyanyi di nada yang rendah dengan tempo yang cepat pun belum tentu menyulitkannya. Bicara dance pun, keduanya tidak kalah hebat dibandingkan yang lain. Bicara ekspresi dan stamina pun keduanya juga tidak bisa dianggap remeh.

Ada juga yang bilang image loli Cindy dan image sexy-montok Sendy tidak cocok, tapi itu tidak terbukti karena dari 16 member untuk single RIVER; beberapa juga tidak cocok secara image. Lalu alasan terutama Cindy dan Sendy tidak terpilih menjadi pertanyaan besar karena sejak awal hanya 14 member dari 21 member ‘asli’ JKT48 yang bisa berpartisipasi. 2 slot sudah disiapkan khusus untuk Akicha dan Haruka. Secara theory dan bukti lapangan, keduanya lebih dari cukup untuk masuk ke dalam jajaran Senbatsu.

Maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah Cindy dan Sendy ‘sengaja’ ditahan oleh pihak JOT karena mereka sudah terlalu kuat. Bisa dibilang kalau kedua member ini tidak berada di daftar member yang mau di-push oleh pihak JOT dan eksistensi mereka berdua berkembang seiring berjalannya waktu dan sulit diatur kalau kondisi terus berjalan. Keduanya mungkin mengalami kasus yang sama dengan Sonya, hanya saja pihak JOT mengorbankan kedua member ini untuk memberi tempat kepada member-member yang lebih mudah diatur perkembangannya. Atau bisa juga mereka menjadi substitusi untuk Akicha dan Haruka ketika mereka tidak ada di Indonesia.

Cindy dan Sendy adalah ‘sacrifice for two ‘members’ to join the single’.

Sumber : http://kazurro692.tumblr.com/post/48671884513/hanya-mereka-yang-tidak-bisa-ikut-jkt48-first-single